Film Religius Pertama Hanung Bramantyo
Bagi Hanung, film harus mampu menyampaikan pesan. Bukan hanya pada film bertemakan cinta ia ingin menyampaikan pesan, dalam film ke delapannya ini, Hanung harus menyampaikan pesan lewat film religius pertamanya. Begitu banyak keputusan strategis harus diambilnya. Hasilnya? Film ini sukses diserap pasar.

Ayat-Ayat Cinta adalah film yang diadaptasi dari novel dengan judul sama karya Habiburrahman El Shirazy. Buku yang dirilis 2004 lalu ini sukses terjual menembus angka 160 ribu kopi dalam tiga tahun. Sontak, buku ini menjadi pembicaraan di komunitas Islam, begitupun ketika kabar ketika buku ini akan difilmkan meruak.

Ceritanya tak lain adalah berkisar tentang pergulatan cinta yang dialami oleh Fahri (Fedi Nuril) ketika sedang menimba ilmu di Mesir. Perjumpaannya dengan tiga orang wanita yang kemudian jatuh cinta padanya menimbulkan konflik yang menarik. Film religius bernuansa Islami ini tentunya banyak mengandung isu sensitif yang disikapi dengan baik oleh Hanung Bramantyo.

Hanung Bramantyo yang namanya kian populer berkat kesuksesannya pada industri perfilman Indonesia mensutradarai film yang diproduksi oleh MD Entertainment ini. Tidak 100% cerita dalam buku tersebut diadaptasi melainkan hanya 75%, dan tentunya bukanlah hal mudah karena pasar yang sudah membaca bukunya telah memiliki ekspektasi tersendiri.

Dalam wawancaranya dengan Majalah Madina, Hanung mengungkapkan dilemanya tentang penerjemahan film religius dan film Islami. Kesulitannya adalah bagaimana memvisualkan kereligiusan dan keIslaman dalam film ini. Akhirnya Hanung pun mengambil sikap bahwa film yang Islami adalah yang menyampaikan nilai-nilai Islami, bukan yang diperankan harus dengan aktor muslim atau pun melulu tentang menutup aurat.

Film ini tentunya memiliki kesan tersendiri bagi Hanung, karena ia dibesarkan di Yogyakarta dalam komunitas Muhammadiyah. Tak heran hubungan dengan Muhammadiyah tak terhindarkan dalam penggarapan film ini, Hanung berkomunikasi dengan Din Syamsuddin yang kebetulan memang berniat mengembangkan divisi seni dan budaya di Muhammadiyah.
Reaksi anggota:
RockCzar.com RockCzar.com
RockCzar.com - RockCzar.com
RockCzar.com