Rumah Bolon Yang Semakin Lekang Ditelan Jaman
Banyak warisan budaya di Indonesia yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. Rumah Bolon menjadi salah satu contoh warisan budaya yang saat ini sedikit terlupakan keberadaannya. Rumah Bolon di Simalungun adalah semacam istana yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII, Tuan Rahalim. Rumah yang terbuat dari kayu keras dan dinding papan itu dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa menggunakan paku.
Rumah yang merupakan peninggalan kerajaan Purba ini sebenarnya telah disahkan sebagai objek wisata oleh Bupati Simalungun pada tahun 1961. Namun, tempat bersejarah itu kini membutuhkan penanganan yang serius. Kondisi negara yang tidak terjamin keamanannya beberapa waktu terakir membuat kawasan wisata itu sepi pengunjung. Pada tahun 1990-an atau awal ditetapkannya Rumah Bolon sebagai objek wisata, masih ada sekitar 300 pengunjung. Menurut salah seorang penjaga Rumah Bolon, Wanson, kini pengunjung dalam seminggu dapat dihitung dengan jari.
Di lahan seluas satu hektar lebih itu kini hanya terlihat rumput yang tumbuh memanjang. Tidak seperti beberapa waktu lalu yang ditata dengan baik. Kondisi Rumah Bolon yang kini tak terurus disebabkan kurangnya dana untuk perawatan. Bahkan karyawan yang semula berjumlah lima orang harus dikurangi untuk penghematan biaya. Sedangkan biaya perawatan dari Dinas Pariwisata yang diserahkan kepada Yayasan Museum Simalungun masih jauh dari cukup.
Melihat keadaan Rumah Bolon saat ini bukan tak mungkin lagi diselamatkan. Objek wisata tersebut masih bisa diselamatkan dengan penataan yang lebih baik, terutama pada penataan taman. Tentu saja dengan publikasi ke luar negeri lokasi tersebut. Pada tahun 1985, Rumah Bolon pernah direnovasi, akan tetapi sekarang sudah mulai keropos dan memerlukan renovasi ulang.
Reaksi anggota:
RockCzar.com RockCzar.com
RockCzar.com - RockCzar.com
RockCzar.com